Sabtu, 24 Maret 2018

Cara Melacak Crash / Exception di Android Studio 3.0.1

Artikel ini membahas cara melacak crash di Android Studio 3.0.1. Untuk yang masih memakai Android Studio 2.3.3, bisa membaca versi lama dari artikel ini di http://pintar-android.com/wordpress/2017/07/cara-melacak-crash-exception-di-android-studio 

Apa itu crash? Hampir semua programmer android saya kira pernah mengalami crash.
Gambar berikut ini adalah contoh crash / aplikasi berhenti tiba2.





Pada gambar tersebut "Test NullPointer" adalah nama aplikasi android, dan dialog kecil tersebut menginformasikan kalau aplikasi "Tes NullPointer" telah berhenti tiba2.

Mengapa crash seperti ini bisa terjadi? karena telah terjadi exception ketika aplikasi sedang berjalan. Exception adalah error yang fatal yang menyebabkan aplikasi berhenti tiba2. Error yang fatal ini terjadi karena ada kesalahan pada penulisan kodingan di aplikasi. Dan kesalahan penulisan kodingan ini ada banyak sekali macamnya.

Di artikel ini kita akan membahas salah satu kesalahan penulisan kodingan yang akan menyebabkan NullPointerException, yaitu exception yang biasanya terjadi karena ada variabel yang tidak diberi nilai awal (dinisialisasi), tapi sudah dipakai. Di artikel ini kita akan memakai Android Studio 3.0.1.

Untuk menimbulkan NullPointerException, ikuti dulu langkah2 ini.

Langkah 1. Buat project baru di Android Studio

Langkah 2. Masukkan:
Tes NullPointer di "Application name",
pintar-android.com di "Company domain",
dan pilih lokasi sembarang di "Project location".
lalu tekan tombol "Next" warna biru di bawah.


Langkah 3. Di layar berikutnya, cukup tekan tombol "Next"

Langkah 4. Pilih "Empty Activity" seperti di gambar berikut ini, lalu klik tombol "Next".

Langkah 5. Di layar berikutnya, klik tombol “Finish”.

Langkah 6. Tunggu sampai loadingnya selesai.


Langkah 7. Klik tab activity_main.xml. ini adalah file yang mengatur tampilan aplikasi. Kemudian klik tab “Text” di bawah, untuk melihat kodingan activity_main.xml.


Langkah 8.

Tambahkan 1 baris sesuai gambar di atas:
android:id="@+id/txtHelloWorld"

Ini adalah property id dari komponen TextView. Kita menambahkan id ini supaya bisa diakses dari file MainActivity.java nantinya.
Langkah 9.



Klik tab MainActivity.java, lalu tambahkan beberapa baris sesuai gambar di atas:
import android.widget.TextView; //untuk mengimpor komponen TextView
TextView txtHelloWorld; //untuk membuat variabel txtHelloWorld
txtHelloWorld.setText("Contoh NullPointerException"); //pakai variabel txtHelloWorld untuk menampilkan teks
Langkah 10. Klik tombol segitiga hijau di bagian atas seperti pada gambar berikut ini, untuk menjalankan project

Langkah 11. Ketika muncul kotak dialog seperti gambar berikut ini, pilih salah satu emulator. Lalu klik tombol “OK” warna biru di bawah. Jika belum punya emulator, buat emulator lebih dulu dengan mengklik tombol “Create New Virtual Device” seperti pada gambar. Tutorial lengkap untuk membuat emulator bisa dilihat di https://goo.gl/wRgD5T.

Langkah 12. Tunggu sampai di dalam emulator keluar pesan seperti berikut ini.


Cara mengatasi crash

Nah! kita sudah membuat sebuah aplikasi yang crash / berhenti tiba2. Sekarang saya akan jelaskan, bagaimana cara melacak crash seperti ini. Mari kita kembali ke Android Studio, lalu klik di “Logcat” seperti di gambar berikut ini.

Hasilnya akan tampil kotak yang berisi catatan semua proses ketika aplikasi kita sedang berjalan. Atau biasa disebut logcat. biasanya kotaknya kurang lebar. coba tarik ke atas biar lebih lebar. caranya ada di gambar berikut ini.
Pastikan di bagian kanan, tulisannya “Show only selected application”. Lalu scrollnya yang di kanan mentok ke atas. Juga klik tombol "soft wraps" di kiri, supaya tulisan2nya ditampilkan semua dari kiri ke kanan.

Setelah itu, kita lihat mulai dari baris pertama yang berwarna merah.

kemudian kita cari penyebab errornya. caranya cari kata2 “Caused by” berwarna merah. kalau di gambar di atas, ada baris tulisannya: Caused by: java.lang.NullPointerException: Attempt to invoke virtual method ‘void android.widget.TextView.setText(java.lang.CharSequence)’ on a null object reference . Ini artinya kita telah salah, memanggil fungsi setText pada variabel yang bernilai null (belum diinisialisasi).
Kemudian untuk mencari di kodingan, di baris mana errornya berasal, kita cari tulisan pertama yang berwarna biru muda. seperti gambar di bawah ini.

Tulisannya adalah: MainActivity.java:16. Artinya, errornya ada di file “MainActivity.java”, baris ke-16. Klik tulisan tersebut untuk melihat, ada apa di MainActivity.java baris ke-16.
Ternyata errornya terjadi ketika kita mengeset tulisan pada variabel txtHelloWorld. Kenapa ini bisa menimbulkan crash?
Kalau kita perhatikan dengan seksama, kita memang sudah membuat variabel txtHelloWorld di baris ke-9. tapi kita belum menginisialisasi (memberi nilai ke variabel tersebut). Bagaimana caranya kita menginisialisasi variabel txtHelloWorld?
Kita bisa menuliskan 1 baris lagi setelah baris setContentView(R.layout.activity_main);
Tuliskan seperti gambar di atas, baris ke-15:
txtHelloWorld = findViewById(R.id.txtHelloWorld);
Baris ini artinya kita menginisialisasi (memberi nilai) variabel txtHelloWorld dengan menghubungkannya ke komponen txtHelloWorld di file activity_main.xml.
Setelah itu, kita jalankan lagi projectnya dengan menekan tombol segitiga hijau di Android Studio. Hasilnya aplikasi kita sudah tidak error lagi. Seperti ini.


Yang baru saya jelaskan adalah cara melacak dan membetulkan salah satu dari banyak sekali penyebab crash di aplikasi Android. Penyebab utama NullPointerException adalah penggunaan variabel yang belum dinisialisasi / diberi nilai awal, seperti txtHelloWorld di artikel ini.
Semoga artikel ini berguna. Silahkan tinggalkan komentar di bawah ini jika ada yang kurang jelas. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman. 
Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android menggunakan Android Studio 3.0.1.

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-2
buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ
kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .
Tersedia juga DVD Android Studio 3.0.1 di tokopedia: 
https://www.tokopedia.com/buku-meidika/dvd-android-studio-3-0-jdk-32-bit-64-bit

Tautan ke cara mengatasi crash: cara mengatasi crash

Sabtu, 17 Maret 2018

Survei Stack Overflow 2018: Dimana Posisi Dunia Android?

Sudah kenal Stack Overflow (SO), kan? Menurut penulis, SO adalah "media sosial"nya programmer. Para programmer di seluruh dunia bisa berbagi ilmu, bertanya, menjawab pertanyaan, mendapat status sosial, bahkan mencari pekerjaan di SO. Setiap tahun, SO mengadakan survei yang diumumkan hasilnya ke semua programmer yang mengunjungi situsnya. Tahun ini adalah tahun ke-8 SO mengadakan survei, melibatkan lebih dari 100.000 programmer dari seluruh dunia. Kali ini pintar-android.com akan mencoba menganalisis, bagaimana posisi dunia pemrograman android, dilihat dari hasil survei SO?

Hasil surveinya di link ini: https://insights.stackoverflow.com/survey/2018/ . Data pertama mengenai tipe programmer. Ternyata programmer mobile porsinya mencapai 20,4% dari keseluruhan, ada di urutan ke-4 setelah backend, full-stack & front-end developer dari 20 tipe programmer. Artinya bekerja di dunia mobile termasuk yang paling diminati oleh para programmer. "Programmer mobile" di sini belum tentu programmer android. Bisa saja programmer ios, symbian, atau perangkat mobile lainnya.

Berikut ini grafiknya dari SO. Klik di gambar untuk memperbesar.


Berikutnya bagian survei yang relevan dengan android, adalah berapa tahun pengalaman koding sebagai profesional (dibayar), dilihat dari tipe programmer. Dari seluruh responden, programmer mobile rata-rata punya pengalaman 5,2 tahun bekerja profesional. Urutan ke-2 dari belakang, dari 16 posisi programmer yang ditampilkan datanya. Artinya programmer mobile adalah profesi yang biasanya dipunyai orang2 yang lebih muda, dibandingkan dengan profesi2 lainnya di dunia pemrograman.
Kemudian kita melihat bahasa pemrograman yang dipakai semua programmer. Berapa persen bahasa pemrograman yang berhubungan dengan android? Kita bisa melihat Java sebanyak 45,3% dan Kotlin sebanyak 4.5%, belum termasuk yang membuat aplikasi android menggunakan platform hybrid, yang tidak kelihatan di hasil survei bagian ini.

Selanjutnya kita lihat framework, library, dan tools yang dipakai programmer. Hasil survei menampilkan beberapa tools yang bisa dipakai oleh programmer android, mencakup persentase yang cukup besar: Angular 36,9%, React 27,8%, .NET Core 27,2%, Cordova 8,5% dan Xamarin 7,4%.


Bagian survei berikutnya menampilkan data platform yang digarap oleh para programmer. Kita bisa melihat, para programmer yang bekerja untuk platform android ada 29%.



Selanjutnya kita bisa cek, berapa persen programmer yang suka koding dengan Java dan Kotlin, 2 bahasa pemrograman yang paling sering dipakai oleh programmer android. Hasilnya, ada 50,7% yang suka koding dengan Java dan 75,1% yang suka koding dengan Kotlin. "Suka" di sini artinya, mereka sekarang sedang koding dengan bahasa tersebut dan masih ingin terus koding dengan bahasa tersebut.


Masih berhubungan dengan bagian survey sebelumnya, kali ini kita cek, berapa persen programmer yang "takut" koding dengan Java & Kotlin. Hasilnya, 49,3% takut koding dengan Java dan belum ada yang takut koding dengan Kotlin. "Takut" di sini artinya, mereka sekarang sedang koding dengan bahasa pemrograman tersebut, tapi tidak mau terus koding dengan bahasa tersebut. Perlu diingat, bahasa Java bukan hanya dipakai oleh programmer android, tapi bisa dipakai juga oleh programmer desktop, backend, atau tipe programmer lainnya.


Masih di bagian survei yang sama, berapa persen programmer ingin belajar Java dan Kotlin? Jawabnya, Java 10,5% (6 besar) dan Kotlin 12,4% (4 besar). "Ingin belajar" artinya mereka sedang tidak menggunakan bahasa pemrograman tersebut, tapi ingin menggunakannya untuk koding di masa depan.
Sekarang kita cek, berapa persen programmer yang suka bekerja untuk platform android? Hasil survey menunjukkan 63,8% suka bekerja untuk platform android. Ini berarti urutan 13 dari 25 platform.


Apakah platform android termasuk ditakuti oleh programmer? Sebanyak 36,2% programmer takut untuk terus bekerja untuk platform android. Platform android jadi platform ke-17 yang ditakuti programmer, dari 25 platform yang ditampilkan di survei.
Tapi jangan ikut2an takut dulu.. he3.. . Kita lihat, platform apa yang paling ingin dipelajari oleh programmer yang saat ini bekerja untuk platform lain? Ternyata platform android, teman2 :D. Sebanyak 16% programmer menginginkan bekerja di platform android. Posisi pertama dari 25 platform yang ditampilkan di hasil survei.


Terakhir, kita lihat IDE apa yang paling banyak dipakai oleh programmer mobile, termasuk programmer android. Ternyata Android Studio saat ini menjadi IDE yang paling banyak dipakai, yaitu sebesar 56,6%, ada di urutan pertama dari 22 IDE yang ditampilkan di hasil survei. Oh ya, Eclipse masih dipakai 20,7% programmer mobile, di urutan ke-8.


Demikian artikel mengenai survei SO 2018, dan hubungannya dengan dunia android, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android. 
Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android menggunakan Android Studio 3.0.1.
buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-2
buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ
kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .
Tersedia juga DVD Android Studio 3.0.1 di tokopedia: 
https://www.tokopedia.com/buku-meidika/dvd-android-studio-3-0-jdk-32-bit-64-bit



Sabtu, 10 Maret 2018

Menggunakan Lambda Expression Di Android Studio 3.0.1

Artikel kali ini akan membahas mengenai Lambda Expression (LE) di Java 8. LE adalah fitur baru di Java versi 8, memungkinkan kita membuat sebuah fungsi di Java tanpa perlu membuat Class lebih dulu untuk menampung fungsi tersebut. LE dapat digunakan seperti sebuah object, dan bisa dipanggil sesuka hati.

Contoh simpelnya sebagai berikut. Jika ada sebuah interface seperti ini:
public interface OnClickListener {

    public void onClick(View v);

}


Maka biasanya kita mengimplementasikan interface tersebut seperti ini:
Button button = new Button();

button.addOnClickListener(new OnClickListener() {

    public void onClick(View v) {
        // melakukan sesuatu ketika Button ini di-klik
    }
});


Fungsi tersebut di atas pasti sangat familiar dengan programmer yang biasa membuat 
aplikasi android. OnClickListener seperti barusan, menggunakan Java versi 7. Nah, di versi 8,
kita bisa mempersingkat implementasi OnClickListener dengan menggunakan Lambda. 
Implementasinya akan jadi seperti ini:
Button button = new Button();

button.addOnClickListener((View v) -> {
        // melakukan sesuatu ketika Button ini di-klik
});
Hemat beberapa baris. He3.. . Yang dimaksud LE adalah tulisan yang bercetak tebal dan
berwarna biru di atas.

Bayangkan kalau aplikasi kita sudah punya puluhan bahkan ratusan OnClickListener. 
LE akan membuat kodingan kita lebih ringkas & mudah untuk dibaca.

Sekarang, bagaimana mengimplementasikan LE di Android Studio 3.0.1? Seperti biasa, kita
akan membuat project baru. Di artikel ini, nama projectnya adalah: Coba Lambda, company
domain seperti biasa pakai: pintar-android.com. kita pakai android API 15, dan kita membuat
sebuah Empty Activity.

Untuk mempersingkat artikel, penulis tidak akan menerangkan
cara membuat project baru. Sudah pada pintar-pintar semua kan? He3.. kalau ada yang belum
bisa membuat project baru, bisa melihat artikel2 pintar-android.com sebelumnya, misalnya
https://pintarandroid101.blogspot.co.id/2018/02/mari-mulai-belajar-kotlin.html .

Setelah project tersebut dibuat, ikuti langkah2 di gambar berikut ini.
mengaktifkan lambda java 8 di android studio


Setelah itu, modifikasi activity_main.xml menjadi seperti berikut ini:
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><android.support.constraint.ConstraintLayout
 xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
 xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto"
 xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools"
 android:layout_width="match_parent"
 android:layout_height="match_parent"
 tools:context="com.pintar_android.cobalambda.MainActivity">

 <TextView
  android:id="@+id/textView"
  android:layout_width="wrap_content"
  android:layout_height="wrap_content"
  android:text="Hello World!"
  app:layout_constraintBottom_toTopOf="@+id/button2"
  app:layout_constraintLeft_toLeftOf="parent"
  app:layout_constraintRight_toRightOf="parent"
  app:layout_constraintTop_toTopOf="parent"/>

 <Button
  android:id="@+id/button2"
  android:layout_width="wrap_content"
  android:layout_height="wrap_content"
  android:text="Button"
  app:layout_constraintBottom_toBottomOf="parent"
  app:layout_constraintLeft_toLeftOf="parent"
  app:layout_constraintRight_toRightOf="parent"
  app:layout_constraintTop_toBottomOf="@+id/textView"/>

</android.support.constraint.ConstraintLayout>
Dan di MainActivity.java, perlu ditambahkan beberapa baris seperti berikut ini:

package com.pintar_android.cobalambda;
import android.support.v7.app.AppCompatActivity;
import android.os.Bundle;
import android.view.View;
import android.widget.Button;
public class MainActivity extends AppCompatActivity {
    Button button;
    
    @Override    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);
        setContentView(R.layout.activity_main);
                button.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
            @Override            public void onClick(View view) {
                Toast.makeText(MainActivity.this, "Button telah ditekan!"
                , Toast.LENGTH_SHORT).show();            }
        });
    }
}

Mirip seperti di contoh di awal artikel, bukan? Coba amati, fungsi OnClickListener berwarna
abu2. Kalau mouse diarahkan ke fungsi tersebut, akan ada peringatan seperti gambar berikut 
ini.
OnClickListener Java 7 tanpa Lambda Expression Java 8

Artinya, fungsi tersebut bisa digantikan dengan lambda. Caranya, tekan Alt+Enter pada
keyboard, lalu tekan Enter ketika "Replace with lambda" tersorot seperti ini.
Cara mengganti OnClickListener menjadi menggunakan Lambda Expression Java 8

Hasilnya seperti berikut ini.
OnClickListener Menggunakan Lambda Expression Java 8

Menghemat beberapa baris, dan kodingan kita menjadi lebih ringkas! Terimakasih, 
Lambda Expression :D

Demikian artikel pintar-android.com mengenai Lambda expression, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android. 
Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.
buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-2
buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ
kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .
Tersedia juga DVD Android Studio 3.0.1 di tokopedia: 
https://www.tokopedia.com/buku-meidika/dvd-android-studio-3-0-jdk-32-bit-64-bit




Sabtu, 03 Maret 2018

Pekerjaan IT Dijelaskan Dengan Bola Lampu Yang Mati

Sebagai programmer, sehari2 sering kita harus kerjasama dengan tim yang punya peran berbeda-beda. ini ada komik yang berusaha menjelaskan (secara parodi, tentunya) peran2 kerja di dunia IT.










Diterjemahkan dari https://toggl.com/blog/working-home-working-office/Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman. 




Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-pertama

buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-2


buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ



kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .



Tersedia juga DVD Android Studio 3.0.1 di tokopedia: 

https://www.tokopedia.com/buku-meidika/dvd-android-studio-3-0-jdk-32-bit-64-bit

Jumat, 02 Maret 2018

Flutter: Framework Multiplatform Baru, Disupport Oleh Google

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Flutter, yang di Mobile World Congress 2018 diumumkan telah merilis versi beta-nya yang pertama. Apa itu Flutter? Mengutip dari laman websitenya, Flutter adalah "framework UI baru, untuk aplikasi mobile yang diperkenalkan oleh Google. Flutter membantu para programmer membuat aplikasi native berkualitas tinggi baik untuk iOS dan Android".

Penulis sempat mencoba menginstall & membuat aplikasi sederhana menggunakan Flutter, mengikuti tutorial di https://flutter.io/get-started/ . Performa aplikasi yang dibuat dengan Flutter, dirasakan penulis tidak ada bedanya dengan aplikasi yang dibuat menggunakan Java. Pun pembuatannya sama2 menggunakan Android Studio.

Mengapa Flutter menarik untuk diikuti perkembangannya? Ada beberapa alasan, menurut penulis.

  1. Flutter bersifat open source. Bisa diartikan Flutter boleh dipakai secara gratis.
  2. Flutter disupport oleh Google. Google sendiri sudah membuat beberapa app menggunakan Flutter.
  3. Kita bisa membuat aplikasi menggunakan Flutter di Android Studio. Karena Flutter menyediakan plugin untuk Android Studio.
  4. Sekali bikin aplikasi menggunakan Flutter, kita bisa membuat file apk untuk dipasang di Google Playstore dan file ipa untuk dipasang di Apple Appstore. Dari pengalaman penulis membuat aplikasi androidnya, performa dan tampilan aplikasi kelihatan sama dengan yang dibuat menggunakan java.
  5. Flutter menggunakan cara yang berbeda dari framework multiplatform lainnya, yang bisa membantu kita membuat aplikasi dengan tampilan menarik dan performa yang lebih bagus. Detailnya bisa dibaca di salah satu artikel Medium ini.


Sekarang penulis akan mencoba membagikan langkah2 untuk menginstall Flutter, sampai aplikasi Flutter bisa digunakan di emulator. Pertama2, buka laman https://flutter.io/get-started/install/ , lalu pilih OS yang digunakan. Penulis sendiri menggunakan Windows 10, jadi untuk selanjutnya akan diperlihatkan langkah2 untuk Windows. Tapi seharusnya tidak jauh beda dengan Linux dan MacOS.

Kemudian ikuti tutorial di https://flutter.io/setup-windows/ . Karena di laptop penulis Android Studio 3.0.1 & Emulator (Genymotion / AVD) sudah siap, maka tinggal menginstall Flutter dari git. Buka command prompt, pergi ke folder yang diinginkan, lalu jalankan perintah untuk meng-clone Flutter menggunakan git:
git clone -b beta https://github.com/flutter/flutter.git
Setelah prosesnya selesai, tambahkan path untuk user variables di Control Panel. Buka Control Panel > User Accounts > User Accounts > Change my environment variables”. Di path user variables, tinggal menambahkan ;flutter\bin kalau path sudah ada, atau flutter\bin kalau belum ada Path untuk user variables.

Setelah menambahkan path, melalui command prompt, di folder yang ada clone Flutter jalankan perintah untuk mengecek dan menyelesaikan instalasi Flutter:
flutter doctor
Ini screenshot dari laptop penulis, setelah menjalankan perintah "flutter doctor".
perintah flutter doctor

Di akhir bagian, ada peringatan "no devices available". Ini karena penulis sedang tidak menyalakan emulator apapun. Flutter bisa mengenali emulator Genymotion dan emulator AVD bawaan Android Studio.


Setelah 1 emulator Genymotion dinyalakan, dan di command prompt dijalankan perintah
flutter devices
maka hasilnya seperti ini.



Sampai di sini, Flutter sudah mengenali emulator yang sedang berjalan. Instalasi flutter sudah selesai, dan tidak ada masalah di command line. Selanjutnya mengikuti link https://flutter.io/get-started/editor/, kita perlu menginstall 1 Plugin Flutter di Android Studio. Buka Android Studio, buka menu File>Settings>Plugins . Di bagian bawah, klik "Browse Repositories". Lalu di dialog yang muncul, ketik: flutter . Klik Install untuk menginstall plugin Flutter.



Lalu klik Restart Android Studio, supaya pluginnya bisa jalan di Android Studio. Kalau Android Studio nya belum restart, klik Apply, klik tombol "OK", lalu klik Restart.

Setelah Android Studio terbuka lagi, tunggu proses gradle di bagian bawah sampai selesai, lalu klik File>New>New Flutter Project. Di sini kita bisa memilih tipe project Flutter yang mau kita buat. Apakah berupa aplikasi, plugin, atau package untuk Flutter. Pilih tipe "Flutter Application", lalu klik Next.

Selanjutnya, isi inputan nama aplikasi di "project name", dan di inputan "Flutter SDK Path", arahkan ke folder repo dari git di langkah awal2 tadi ketika instalasi Flutter. Jangan mengklik "Install SDK", karena kita sudah menginstall SDK menggunakan git. Kemudian pilih Project location, dan terakhir Anda bisa mengubah Project Description jika Anda mau. Kalau sudah, klik tombol Next.

Berikutnya Anda bisa mengisi company domain. Isi dengan: pintar-android.com . Project Flutter bisa mendukung Kotlin untuk app android & Swift untuk app iOS, dengan mencentang sesuai kebutuhan. Kemudian klik tombol Finish.

Setelah proses create project selesai, akan tampil project Flutter, siap kita modifikasi. Yang menarik perhatian bagi penulis adalah struktur projectnya. Dari awal sudah disediakan file main.dart yang berperan seperti MainActivity.java di project Java Android Studio, terletak di folder flutter_app (sesuai nama project), lalu di dalam folder lib. Selain itu sudah ada folder android dan ios yang berisi java & C++ yang mempunyai struktur persis seperti project Java & C++ native. Jangan lupa, kita juga bisa menambahkan kode kotlin & swift di project Flutter.

Jika kita mau membuat aplikasi menggunakan Flutter, kita menggunakan bahasa pemrograman Dart. Bahasanya cukup simpel & berorientasi obyek, seharusnya tidak terlalu susah untuk mempelajarinya. Apalagi jika sudah pernah koding dengan bahasa Java atau Swift. Penulis sudah mengikuti tutorial di https://flutter.io/get-started/codelab/ , dan penulis sudah menguploadnya ke github untuk dipelajari di https://github.com/meidikawardana/startup_namer

Terakhir, untuk programmer Android, Flutter memberikan beberapa info tambahan supaya bisa menggunakan Flutter dengan memanfaatkan pengetahuan yang sudah dimiliki ketika koding menggunakan java. Bisa dibaca di link https://flutter.io/flutter-for-android/ .

Demikian artikel pintar-android.com mengenai Flutter, semoga bermanfaat. Like page pintar-android.com di FB untuk mendapatkan artikel2 yang pastinya berguna di dunia pemrograman khususnya android. 



Tersedia buku-buku untuk belajar pemrograman Android.

buku pertama, menginstall Android Studio: https://play.google.com/store/books/details?id=EOufCwAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-pertama


buku kedua, membuat recyclerview yang menampilkan gambar2 dari internet menggunakan json: https://play.google.com/store/books/details?id=b-boDAAAQBAJ . Buku fisik di https://www.tokopedia.com/buku-meidika/koding-android-untuk-pemula-buku-2


buku registrasi user, membuat fitur login & register: https://play.google.com/store/books/details?id=FHMqDwAAQBAJ



kalau sudah beli, bisa dilihat di hape pake app google books, bisa dilihat di browser (misal chrome) di books.google.com -> My Library .

Tersedia juga DVD Android Studio 3.0.1 di tokopedia: 

https://www.tokopedia.com/buku-meidika/dvd-android-studio-3-0-jdk-32-bit-64-bit

Bagaimana Cara Bayar Akun Google Play Console?

Artikel kali ini akan membahas mengenai bagaimana cara membayar akun Google Play Console. Programmer android yang ingin aplikasinya didownlo...